Aturan Penganggaran 50/30/20: Keuangan Pribadi Menjadi Sederhana

Last updated on May 20, 2024 • Written by Financial Expert Team

Sebutkan kata "anggaran" dan kebanyakan orang akan merasa ngeri. Pendekatan tradisional dalam penganggaran melibatkan penghematan kuitansi, mengkategorikan setiap $3 cangkir kopi, dan merasakan rasa bersalah yang mendalam setiap kali Anda membeli sesuatu yang menyenangkan.

Ini melelahkan. Dan karena melelahkan, kebanyakan orang menyerah setelah tiga minggu.

Namun bagaimana jika Anda dapat mengelola uang Anda dengan sempurna hanya dengan melacak tiga nomor sederhana? Masukkan Aturan 50/30/20, yang dipopulerkan oleh Senator Elizabeth Warren dalam bukunya All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.

Inilah cara kerja metode penganggaran yang sangat sederhana ini.

Landasan: Pendapatan Setelah Pajak

Sebelum Anda menerapkan aturan tersebut, Anda harus menemukan nomor dasar Anda. Aturan 50/30/20 didasarkan pada Pendapatan Bersih Anda—yaitu, gaji yang dibawa pulang setelah pajak dan potongan pekerjaan (seperti asuransi kesehatan) telah dihapus.

Setelah Anda mengetahui secara pasti berapa banyak uang tunai yang masuk ke rekening bank Anda setiap bulan, Anda membaginya menjadi tiga kelompok.

Bucket 1: 50% untuk "Kebutuhan"

Tepatnya setengah dari penghasilan Anda harus dialokasikan untuk kebutuhan mutlak Anda. Ini adalah tagihan yang harus Anda bayarkan untuk bertahan hidup dan menjaga hidup Anda tetap berfungsi.

  • Sewa atau Hipotek: (Gunakan Kalkulator EMI Pinjaman Rumah kami untuk memastikan pembayaran perumahan Anda sesuai dengan kriteria ini).
  • Utilitas: Tagihan listrik, air, internet, dan telepon.
  • Transportasi: Pembayaran mobil, bahan bakar, atau tiket angkutan umum.
  • Bahan Makanan: Bahan makanan pokok (bukan makanan restoran mahal).
  • Pembayaran Hutang Minimum: Pembayaran minimum yang diperlukan pada kartu kredit atau pinjaman mahasiswa untuk menghindari gagal bayar.

Tanda Peringatan: Jika "Kebutuhan" Anda menghabiskan 70% penghasilan Anda, Anda hidup dalam bahaya. Anda perlu mengurangi biaya perumahan/mobil secara drastis atau fokus secara agresif pada peningkatan pendapatan Anda.

Keranjang 2: 30% untuk "Keinginan"

Inilah rahasia mengapa aturan 50/30/20 berhasil—aturan ini memberi Anda izin eksplisit untuk menikmati hidup tanpa rasa bersalah.

Anda mengalokasikan 30% dari gaji yang dibawa pulang hanya untuk hal-hal yang Anda inginkan, tetapi tidak terlalu dibutuhkan.

  • Makan di restoran
  • Liburan dan perjalanan
  • Tiket konser, Netflix, dan hobi
  • Upgrade ke smartphone terbaru

Selama "Keinginan" Anda tetap berada dalam batas 30% tersebut, Anda dapat membelanjakan uang itu tanpa rasa bersalah finansial sedikit pun, karena mengetahui bahwa masa depan Anda sudah terjamin.

Bucket 3: 20% untuk "Tabungan & Pelunasan Hutang"

20% terakhir dari penghasilan Anda didedikasikan untuk membangun kekayaan bersih dan mengamankan masa depan Anda. Ini adalah ember yang paling penting.

  • Dana Darurat: Membangun cadangan uang tunai untuk pengeluaran selama 3-6 bulan.
  • Rekening Pensiun: Berkontribusi pada 401(k), IRA, atau skema pensiun nasional yang setara.
  • Pembayaran Utang Agresif: Pembayaran ekstra apa pun yang dilakukan di atas pembayaran minimum yang diperlukan untuk menghancurkan utang berbunga tinggi dengan cepat.

Bagaimana Menerapkan Aturan Besok

Keunggulan aturan 50/30/20 adalah bahwa aturan ini dapat sepenuhnya otomatis.

  1. Siapkan rekening giro Anda sehingga saat gaji Anda tiba, 20% secara otomatis ditransfer ke rekening tabungan atau portofolio investasi dengan hasil tinggi.
  2. Tetapkan semua "Kebutuhan" Anda (sewa, pembayaran mobil, utilitas) pada pembayaran otomatis dari rekening giro utama Anda.
  3. Apapun yang tersisa di rekening giro adalah 30% dana "Keinginan" Anda. Habiskan sesuka Anda!

Dengan memisahkan uang Anda ke dalam tiga kelompok sederhana ini, Anda menghilangkan kebutuhan untuk melacak setiap sen, sekaligus menjamin bahwa Anda menabung cukup banyak untuk membangun kekayaan nyata seiring berjalannya waktu.